kenapa yah bis armada jaya perkasa hanya berkaroseri new marcopolo dan evonext saja, kenapa tidak membentuk armada berkaroseri baru ? padahal fans bis ini sangatlah banyak di daerah serang dan jawa tengah khususnya daerah wonogiri, harusnya perusahaan tersebut membuat armada baru dengan mesin yang baru juga, agar para penumpang bisa makin puas dengan pelayanannya
Acara semakin seru dengan hadirnya teman-teman dari BisMania Bogor. Acara juga makin sip dengan hadirnya member BisManiatun yang selama ini mbikin (sengaja ditulis begini) BisMania penasaran. Siapa lagi kalau bukan Mbak Tiwi Aubrey. Si Mbak yang fans berat PO Santoso ini sampai menyempatkan datang dua kali lho. Pertama, pagi pukul 10.00 WIB, hanya sekitar 15 menit lalu pamitan. Yang kedua, siag-siang saat sebagian teman-teman BisMania makan siang di warung ekspress Bu Darso di belakang Terminal Lebak Bulus. Usai makan siang, mak jendut.. tiba-tiba Mbak Tiwi nongol.. Obrolan pun langsung mengalir…….
Ada banyak ilmu yang didapat dari acara kumpul-kumpul ini. Misalnya, tanpa sengaja kami menemukan bus PO Muncul berplat Jakarta model New Travego. Ya, inilah bus koleksi PO Muncul dengan model New Travego yang sekarang sedang jadi tren di dunia bus malam. Menggunakan sasis dan Mercedes-Benz “Doyok” bermesin belakang, bus ini masih terasa begitu spesial kondisinya. Bus jurusan Jakarta-Solo klas eksekutif ini makin terlihat istimewa karena saat kami “temukan” sedang parkir menunggu penumpang Ahad kemarin merupakan kemunculan pertamanya di depan publik setelah beberapa lama sengaja dibawa ke “salon” karoseri Suryana untuk di-make over
Karoseri Suryana adalah karoseri in-house milik PO Muncul yang berlokasi di Grogol, Sukoharjo. Hasilnya, tidak terlalu mengecewakan. Headlamp depan diganti dengan model smiley ala karoseri Adi Putro. Sayangnya, finishing eksterior bus ini kurang sempurna layaknya New Travego buatan karoseri lain.
Misalnya, pada flap penutup unit AC eksternal. Jika pada setiap bus model New Travego flap-nya dirancang bisa menutupi seluruh sisi unit AC eksternal bus, pada New Travego buatan karoseri Suryana ini hanya menutup sebagian saja. Alhasil, puncak ‘atap’ unit AC eksternalnya masih tetap terlihat dari samping. Hal lainnya,make over bus Muncul ini juga lebih banyak pada aspek eksterior. Panel-panel interior sepertiblower AC di atas kursi penumpang, perangkat televisi, dasbor dan sebagainya masih menggunakan panel sebelum bus menjalani make over.
Menurut seorang kru PO ini, PO Muncul saat ini masih memiliki sekitar 12 unit mesin Mercedes-Benz seri “Doyok” di garasinya di Solo, sana. Mesin-mesin tadi merupakan pembelian manajemen PO Muncul yang –konon– diimpor langsung dari Jerman, negara asal sasis bus Mercedes-Benz. Jika dilihat usianya, bus PO Muncul ini terlihat begitu istimewa. Kondisi sasis misalnya, masih terlihat begitu mulus dengan warna merah yang asli dari pabrikan –warna khas truk dan bus buatan Mercedes-Benz era dulu– yang masih tetap terlihat bagus.
Satu lagi, para teknisi bus PO Muncul ini berhasil menerapkan teknologi pendeteksi kondisi fanbelt pada kipas radiator dari panel pengemudi. Teknologi yang sebenarnya terbilang sederhana ini dibuat dengan memasang sebuah panel besi berupa besi pipih yang diambil dari rumah kunci gembok yang ujungnya ditempelkan pada pinggir luar bilah kipas radiator. Ujung lain panel besi ini disambungkan dengan seutas kabel yang terhubung ke sebuah lampu kecil di ruang kemudi.
Cara kerjanya, ketika fan belt putus atau terlepas dan kipas radiator berhenti berputar, panel ini secara otomatis akan menempel pada dinding kipas. Otomatis, lampu yang teraliri energi listrik melalui kabel yang terhubung pada panel ini akan menyala.
Itu tandanya, pengemudi harus turun dan memasang kembali tali kipas yang lepas atau yang putus. Kiat ini rasanya bisa ditiru operator bus malam lain yang busnya menggunakan mesin belakang, jika panel instrumen yang bertugas mengontrol kondisi fans belt sudah tidak berfungsi lagi. (ari media)